Rabu, 20 November 2013




DESTINASI WISATA ALTERNATIF HADIR DI DESA SUKALAKSANA Apa Istimewanya?



Desa Sukalaksana telah mencuri perhatian warganya, bahkan juga masyarakat desa lainnya. Pasalnya, aparat desa bersama sekelompok warga “promotor” berhasil “menyulap” suatu kawasan  menjadi lebih berdaya tarik. Tanpa mengurangai kebiasaan warga dan kondisi lingkungan setempat kawasan tersebut mulai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda dari kesehariannya. Sebut saja Desa Wisata Ciburial, di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.
Konsep wisata yang dibangun adalah  wisata berbasis alam dan budaya yang sepenuhnya dikelola oleh masyarakat (based on community). Desa Sukalaksana ingin mengubah pola pikir warganya untuk mengembangkan “ekonomi hijau” dan ekonomisasi kearifan lokal sebagai salah satu cara menuju kesejahteraan hidupnya.  Hadirnya Desa Wisata diharapkan dapat memicu kreatifitas masyarakat untuk turut serta berkegiatan ekonomi, dan penyerapan tenaga kerja. Sungguh merupakan strategi yang sangat bijak, dimana masyarakat melakukan investasi sendiri di wilayahnya sendiri.
Menurut Oban Sobana (Lurah Desa Sukalaksana) gagasan tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun diakui melalui berbagai pihak yang telah berkontribusi, realisasi Desa Wisata terasa lebih ringan walaupun tertatih-tatih. Lebih lanjut Lurah Desa Sukalaksana menyatakan bersyukur dengan hadirnya PUPUK (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil) sebuah Lembaga Nirlaba dari Bandung yang telah mendampingi mulai dari perancangan hingga pengelolaan usaha desa wisata sejak tahun 2009 lalu. Chevron Geothermal Indonesia juga tidak luput dari harapannya untuk tetap berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi masyarakat melalui Desa Wisata Ciburial, hingga mereka mencapai kemandiriannya, yang diamini oleh Adi Ahmad Nasir, Ketua Pengelola Desa Wisata Ciburial.
Selanjutnya Ketua Pengelola Desa Wisata mengungkapkan bahwa selain meningkatkan pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja untuk mengurangi urbanisasi, desa wisata ingin memberikan dampak pendidikan melalui beasiswa desa, agar generasi muda mampu  mencapai jenjang pendidikan minimal SMU/sederajat. Tidak hanya itu, dengan menyisihkan pendapatan dari desa wisata maka program kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Desa akan dapat terwujud.Sesampai di Desa Wisata Ciburial, pengunjung akan mendapatkan beberapa sajian, diantaranya: 1) Berkebun (Menanam, Panen, Merawat tanaman hortikultura),
2) Wisata Air (Rarakitan, Balon Air, Papalidan),
3) Wisata Kerajinan, melihat dan terlibat langsung pada kegiatan pembuatan kerajinan (Membatik, Kerajinan Akar Wangi, Tas Lipat, Pandai Besi)
4) Wisata Budaya di padepokan seni dengan atraksinya diantaranya seni penca, kaulinan barudak, kolecer, dsb. 
5) Outbond dan Flying Fox
6) Home stay.
Selain PUPUK dan Chevron yang telah membantu mewujudkan semua sarana dan prasarana yang ada di Desa Wisata, pihak lain yang juga terlibat yaitu Dirjen Kebudayaan Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, serta pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi. Kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya desa wisata Ciburial, kami ucapkan terimakasih. Ternyata melalui budaya gotong royong dan kebersamaan memudahkan jalan mewujudkan tujuan yang mulia.

PROFIL DESA WISATA



Desa wisata Saung Ciburial  terletak di Desa Sukalaksana Kecamatan Samarang Kabupaten Garut, adalah sebuah kawasan pertanian yang berada di Kp. Ciburial. Desa wisata ini mengandalkan atraksi wisata diantaranya Mata Air Ciburial, Padepokan Seni Ciburial, Saung wisata Ciburial, Pertanian, Kampung Tas Lipat, Gozali (pembuatan alat pertanian) dll.